Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

KIAT TRAVELING DENGAN KAMERA

Gambar
Saat ini tidak ada lagi orang yang traveling atau jalan-jalan tanpa bawa kamera,minimal kamera smartphone. Bahkan dalam kondisi solo travelingpun masih bisa mengabadikan moment yang,ada,menggunakan tongsis. Abadikan MomentMu. Mengabadikan moment perjalanan biasanya akan langsung diunggah,baik dalam bentuk foto atau video (vlog) di sosial media,karena medsos kini menjadi media mengexpresikan diri,dari mulai yang norak seperti foto bersama jenazah sampai yang luar biasa. Bagi traveler yang harus dipahami adalah karakter destinasi yang akan dikunjungi. Hal ini penting agar tidak kecewa di kemudian hari,misalnya tidak mempunyai dokumentasi yang layak pandang atau bahkan layak jual. Salah satu contoh siapa sih yang tidak kenal Yogyakarta ? Jangan harap anda bisa mendapatkan kepuasan menjelajah Yogya jika berkunjung saat liburan sekolah atau libur lebaran. Yakin isinya hanya akan mengeluh dan mengeluh karena kemacetan yang luar biasa dan mencari background foto yang susah. Oleh karen

MEMBUAT FOTO LEBIH TAJAM

Gambar
ISO dan diafragma mempunyai pengaruh terhadap ketajaman gambar yang dihasilkan.ISO dapat dinaikan untuk mempertajam obyek,tetapi kenaikan ISO dapat menaikan kecepatan rana. Ketika kecepatan rana,maka guncangan kamera saat tangan menekan shuter dapat diminimalkan. Kelemahannya adalah saat ISO dinaikan akan muncul noise. Semakin besar angka ISO kemunculan bintik pengganggu juga semakin besar. Foto berikutmenggunakan ISO tinggi  tanpa tripod. Bagaimana dengan bukaan Diafragma ? Diafragma dapat digunakan untuk menampilkan detail bangunan atau backgroud. Cara memunculkan detail arsitektur adalah dengan mengunaakan bukaan yang rendah (angka bukaan makin besar. Cara ini akan memunculkan detail lebih tajam,misalnya ketika kita foto bangunan secara utuh atau memotret manusia dengan background bangunan yang menarik.

Tentukan anglenya

Gambar
Kadang saat kita mau memotret sudah ada kesepakatan dengan yang difoto,kecuali untuk momen dokumentasi yang memotret dengan cara biasa tanpa diketahui yang dipotret,misalnya di sebuah acara. Sesungguhnya pada momen seperti ini juga bisa menemukan obyek yang tak terduga dan jika kita jeli bisa mendapatkan foto yang menarik dan lain dari biasanya. Pagi ini dalam momen acara pembekalan KKN mahasiswa UMP saat praktek kultum sebenarnya saya akan meninggalkan lokasi, tetapi saat akan keluar sempat melirik pintu masjid, dan tergelitik untuk mengambil gambar. Nah hasilnya seperti yang saya tampilkan berikut ini.

Generasi Selfie Generasi Galau

Gambar
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya pada awal abad 2000 dan sebelumnya suatu saat nanti orang akan dengan mudah berfoto ria oleh diri sendiri,bahkan mempercantik diri hanya bermodalkan gadget. Kulit hitam menjadi putih mulus, wajah lebam jadi tirus,mata sipit jadi lebar dan lain-lainnya. Inilah sebuah kejutan yang luar biasa, karena  era sebelumnya untuk bisa foto harus minbta bantuan orang lain, dan tidak semua orang punya kamera, itupun hasilnya nunggu sehari karena harus cuci film dan cetak foto. Dari hasil cetakanlah orang baru tahu jika hasilnya baik atau buruk. Gambar tersebut menunjukan betapa repotnya motret jaman dulu. Jika mau motret harus sudah punya kamera analog (gambar atas),kemudian pasang roll filmnya, hasilnya dicuci gara muncul gambarnya (gambar tengah) baru kemudian bisa lihat hasil setelah dicetak (gambar bawah).  Kini orang sudah dimanjakan dengan kamera, bahkan dengan uang 500 ribuanpun sudah bisa beli alat komunikasi sekaligus kamera (smartphone), dan

Abadikan MonentMu