TRAVELING PHOTOGRAPHY

Generasi milenial adalah generasi yang suka selfi saat traveling dan berbagi foto atau unggah foto lewat media sosial,entah itu FB,IG maupun medsos yang lain, bahkan banyak yang punya penghasilan melalui unggah foto atau video. Banyak cara yang bisa digunakan untuk unggah foto traveling, bukan hanya sekedar berbagi foto traveling saja. Banyakhal yang bisa diperoleh melalui foto traveling, Foto Wisata.
Foto wisata sebenarnya punya potensi yang cukup luas dalam hal penggunaannya,misalnya untuk buku, majalah dan surat kabar,kalender,brosur perjalanan,iklan komersil,bahkan termasuk vLog. Sejalan dengan berkembangnya industri paket wisata,foto-foto wisata yang bagus jelas mempunyai nilai tersendiri, dan bisa dijual melalui agensi fotografi, atau bahkan diikutkan dalam kontes fotografi. Jika anda termasuk penghoby wisata sekaligus fotografi,tidak ada salahnya mencoba spot dan angle pengambilan yang tidak umum agar menghasilkan gambar yang berbeda. Kamera smartphonepun kini tidak kalah dengan kamera konvensional jika bisa memanfaatkan kekuatan kamera smartphone. Ide kreatif dalam mengambil gambarlah yang bisa menjadi kekuatan utama sebuah gambar.




Peranan informasi dan pengamatan
Setiap kita tiba di sebuah lokasi  berusahalah mendapatkan informasi terkait dengan lokasi tujuan kita, yang saat ini mudah dilakukan dengan googling, dan jangan lupakan informasi dari penduduk setempat,karena biasanya mereka lebih paham lokasi. Misalnya saja kita ingin mendapatkan gambar sunset atau sunrise yang baik,mereka jelas paham pada jam berapa dan dimana lokasi yang baik untuk melihat (sekaligus tentu untuk mengambil gambar),meskipun kini bisa dicara kapan sunrise muncul melalui aplikasi sun tracker. Tidak bisa dilupakan juga bagaimana memahami jalur-jalur transportasi jika tidak menggunakan kendaraan sendiri, semisal di Kualalumpur kita bisa mencari informasi jam-jam dan titik henti jalur MRT, atau bus Hop On Hop Off kalauingin menghemat biaya. Memang bisa disiasati dengan Grab, tetapi tentu pengeluaran transportasi akan lebih banyak.

salah satu cara memanfaatkan transportasi murah di Kualalumpur


Teknik Memotret
Dalam foto wisata kita akan menghadapi berbagai subyek pada setiap waktu, tetapi secara umum jenis subyeknya terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu pemandangan alam dan manusia dengan aktivitasnya. Jika kita ingin membuat foto-foto pemandangan alam yang menarik, mau tidak mau kita harus bangun pagi-pagi sekali, karena alam memiliki penampilan yang luar biasa indahnya pada pagi hari, meskipun ada juga lokasi-lokasi yang justru sangat menawan pada waktu senja. Hindari memotret pemandangan  siang hari,karena cahaya sangat kuat. Waktu yang bagus untuk pemotretatn pemandangan alam adalah maksimal jam 10.00 pada pagi dan setelah jam 15.00 pada siang hari. Dalam kondisi lokasi berkabut pengambilan gambar tidak memungkinkan,meskipun kita menggunakan kecepatan rana rendah dan bantuan tripod, maka sebaiknya tunggu sampai kabut hilang. Jika suasananya pagi tunggu saat cahaya matahari pertama menyinari pemandangan saat tidak berkabut,karena dalam kondisi ini biasanya pemandangan sangat indah.
Memotret aktivitas masyarakat kesulitannya mungkin lebih besar lagi. Mereka bisa berada di sembarang tempat, dimana saja dan dalam situasi cahaya bernmacam-macam, karena itu kita perlu memanfaatkan kekuatan kamera yang juga beragam. Oleh karena itu penguasaan sifat kamera (terutama kamera HP) sangat dibutuhkan, jika perlu gunakan aplikasi yang akan memperkuat kemampuan kamera HP.


Salah satu contoh sulitnya mengambil moment di kerumunan massa dalam ritual keagamaan di sekitar Dark Cave Malaysia menggunakan kamera HP






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Foto framing dengan kamera HP