DIGITALISASI FOTOGRAFI

ORANG JAMAN NOW DEMIKIAN mudahnya menghasilkan foto yang bagus,dengan efek yang dibuat oleh kamera bawaan maupun aplikasi fotografi yang bertebaran di Playstore. Semua itu dampak daridigitalisasi fotografi. Berdasar informasi yang diperoleh dari kompas.com yag ditulis Resa Ayu, pada pertengahan 1980-an, beberapa perusahaan bekerja mulai melirik kamera digital. Salah satu yang pertama menunjukkan prototipe yang layak adalah Canon. Canon mendemonstrasikan kamera digital pada tahun 1984, meskipun tidak pernah diproduksi dan dijual secara komersial. Kamera digital pertama yang dijual di AS adalah Dycam Model 1. Kamera ini muncul pada tahun 1990 dan dijual seharga $ 600. Kamera digital single lens reflex (DSLR) pertama adalah sebuah badan Nikon F3 yang melekat pada unit penyimpanan terpisah yang dibuat oleh Kodak, muncul pada tahun berikutnya. 





Pada masa itu untuk mengedit sebuah foto program yang bisa diandalkan hanyalah Adobe Photoshop, sehingga seseorang yang menguasai program ini akan demikian mudah mengotak-atik sebuah foto setelah dilakukan scaning atau digitalisasi cetakan foto. Oleh karena itu orang yang berkecipun di dunia fotografi seolah-olah wajib menguasai program ini. Meskpun Corel Draw juga mengeluarkan program untuk fotografi,tetapi ketenarannya masih kalah oleh Photoshop.

Gambar 1. Judul artikel ketika kamera digitasl belum musim (dokumen pribadi)

Sejak 2004, kamera digital mulai lebih banyak digunakan daripada kamera film. Saya sendiri sempat membaca ulasan di majalah photografi American Photo terbitan  Juni 1994 Vol V No. 3 yang menuliskan akan berakhirnya era fotografi menggunakan film menjadi digital sepenuhnya (lihat gambar yang difoto dari majalah tersebut).. Judul tulisan tersebut adalah The Future without Film. Judul ini cukup menyentak karena pada tahun tersebut untuk urusan fotografi orang masih bergantung pada film. Kenyataannya apa yang ditulis majalah foto tersebut betul-betul menjadi kenyataan,karena pelan-pelan mulai tahun 2002 fotografi film mulai tergeser oleh kamera digital,dan betul-betul punah sekitar tahun 2009.





Perkembangan foto digital memang luar biasa, tetapi sayangnya perkembangan kamera digital yang diikuti dengan aplikasinya yang demikian mudah dioperasikan orang awam sekalipun banyak menghasilkan foto-foto menipu,terutama untuk foto-foto selfi yang dimulai dengan munculnya aplikasi 360. Aplikasi ini membuat wajah orang yang biasa-biasa saja menjadi cantik/tampan rumapawan, orang yang kulitnya hitam menjadi putih bersih,bahkan menghilangkan jerawat di wajah, sehingga menggeser tagline produsen film yang berbunyi seindah warna aslinya, karena kini sudah ketinggalan jaman jika sekedar seindah warna aslinya. Era ini kemudian banyak membuat orang tertipu akibat perkenalan melalui medsos.



Gambar 2. Kamera jaman dulu dengan filmnya (sumber Google Foto)

Seiring dengan perkembangan jaman, orang kini dimanjakan dengan munculnya smartphone yang dibekali dengan kamera canggih yang hasilnya bahkan bisa di atas kamera DSLR sekalipun,khususnya untuk ukuran pixel yang sangat besar,bahkan sudah muncul smartphone dengan 4 kamera dan ukuran foto 48 MP. Oleh karena smartphone lebih praktis dan simpel tetapi hasil jepretan tidak kalah dengan DSLR,meskipun pada hal-hal tertentu tetap DSLR yang lebih prima, bepergian atau traveling kini cukup mengandalkan kamera smartphone. 


Gambar 3. Kamera digital pertama di dunia (sumber : Google Foto)

Produsen kamera digitalpun tidak mau kalah dengan produsen smartphone yang berinovasi mengembangkan kamera untuk smartphonenya. Munculah jenis-jenis kamera mirrorles, yaitu kamera yang tidak lagi menggunakan kaca prisma untuk memantulkan obyek yang ditangkap lensa untuk menghasilkan gambar. Salah satu kelebihan kamera mirrorless adalah kamera yang ringan meskipun standarnya tidak kalah dengan DSLR biasa. Oleh karena itu orang kini banyak memilih kamera jenis mirrorles. Ini adalah salah satu efeknya berkembang cepatnya digitalisasi fotografi



Gambar 4. Kamera mirrorless pertama di dunia (sumber liputan6.com)

Pada akhirnya digitalisasi fotografi menjadi hal yang selalu menjadi incaran kalangan produsen smartphone untuk mendongkrak nilai jual dan kuantitas pemasaran melalui inovasi-inovasi fotografi  yang dilakukan pada smartphone produksinya, karena era milenial orang tidak bisa dilepaskan dari smartphone baik untuk komunikasi,bermedsos ria bahkan mengabadikan moment apapun. Sayangnya hal ini mengakibatkan lunturnya rasa "kemanusiaan" dan etika. Contoh sederhana orang menjadi lebih memilih mengabadikan moment dulu sebelum menolong orang untuk menjadi orang yang pertama memviralkan sebuah adegan, atau selfi bersama mayat yang akan dikubur untuk diunggah di medsos. (Eka-PGSD UMP Art)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRAVELING PHOTOGRAPHY

Foto framing dengan kamera HP